Kajian Parenting khusus Akhwat : _"Manajemen Emosi dalam Pengusahan"_ oleh *Ustadz Abu Salma Muhammad Hafihuzahullahu Ta’ala*

 Kajian Parenting khusus Akhwat : _"Manajemen Emosi dalam Pengusahan"_ oleh *Ustadz Abu Salma Muhammad Hafihuzahullahu Ta’ala*


Tanggal 17 Okt 2019 di TK Hanifa Islamic School


Bismillah.


Naluri adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri kita atau hewan. Naluri tidak akan keluar bila tidak distimulasi oleh lingkungan luar. Contoh lihat yang lucu akan ketawa. Manusia mendapati dirinya melihat hal2 yang mmbuat marah dia emosi. Yang tidak normal emosi yg muncul menangis sendiri, marah sendiri tanpa faktor luar, perasaan ini muncul random dirasakan oleh wanita. Namun emosi sejatinya biasanya muncul bila ada yg dilihat dirasakan dan emosi suatu hal yg bs dimanage atau diatur.


Hadist Nabi Salallahu’alaihi wasalam. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku nasihat”. Beliau menjawab, “Janganlah kamu marah” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah engkau marah!” (HR Bukhori)

Berikut ini seperempat adab dr islam atau porosnya adab dari islam.


*Siapa yang menghafalkan hadist ini dan dapat mengamalkannya seperempat dari poros Islam didapat:*


1. “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Muslim)


2. “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR Tirmidzi)


3. “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhori dan Muslim)


4. Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Jangan engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani)


Keburukan itu adalah syahwat, hawa nafsu makan, hawa nafsu marah. Kemarahan itu yang mengumpulkan segala keburukan emosi. Jangan mendekati hal hal yang membuat kita marah, kalau stress kita suka marah ya dihindari, misalnya kalau kumpul samma orang yg gampang marah dihindari semaksimal mungkin kalaupun tidak bisa lalu kendalikan marahmu.


*Cara mengontrol emosi:*

1. Mengapa kita harus ta’awudz? Meminta pertolongan kepada Allah untuk menghindari godaan syaiton. Seandainya org membaca ini akan hilang marahnya akan sirna kemarahannya. Bila marah bacalah ta’awudz yaitu “A'udzubillahi minas syaitonir rojim" Aku berlindung kepada Allah Subhana wata’ala dari godaan setan yang terkutuk."


2. Diam, jangan berkata-kata karena kalau sedang marah kata2 buruk yang keluar bahkan doa yang buruk dapat terjadi dan bisa berujung kufur kepada Allah.


3. Ubahlah posisi kita menjadi merendah. Jika sedang berdiri hendaklah duduk, bila masih marah hendaklah berbaring. Karena ketika marah ketika menjadi tinggi dan sombong.


4. Ingatlah hadist:  “Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya”.


5. Segera berwudhu dan mandi jika marah. Marah itu dari setan, setan itu dari api maka air itu bisa meredupkan api.


Sejumlah buku yang mengajarkan aneh2 untuk mengontrol empsi seperti menggengam kuat2 benda, dll. Cara2 yang diajarkan Rasulullah adalah cara2 yang baik. Betapa banyak org yang marah kepada seseorang bisa membunuh atau berurusan dengan polisi. Dan Allah akan meminta pertanggungjawaban kita atas kemarahan kita di hadapan Allah.


Tantrum yang trjadi dianak umur 2-5th adalah alami. Namun kalau berlarut2 maka ada salah pengasuhan ortu karena anak blm tau emosinya, maka dari otu ajarkan anak cara mengindentifikasinya. *Cara bagaimana mengatasi tantrum pada anak:*


- Orang tua harus mengetahui emosinya sendiri dan menunjukkan kepada anak supaya anak mengerti. Misalnya ibu sedang bahagia, “ibu sedang senang nak” lalu maa syaa Allah alhamdulillah. Begitupun juga ketika sedih. Ajak anak ditanyakan perasaannya dan bawa ke cermin biar dia melihat bagaimana ekspresi wajahnya.


- Biarkan anak mengalirkan emosinya dahulu. Biarkan anak menangis sampai dia selesai baru kita menujukkan perhatian dan kasih sayang dengan pelukan. Anak anak sudah mempunyai keinginan, untuk memenuhi keinginan dia akan ‘nangis kejer’ maka dari itu ajarkan anak bahwa tidak semu keinginan anak terpenuhi.


- Ajak ngobrol ajak bercanda

- Ajak mandi

- Biarkan rumah berantakan karena disitulah anak bahagia


*Mencari penyebab anak emosi adalah perlunya mengerti anak terlebih dahulu yang membutuhkan kesabaran berulang-ulang.* Dan kelola emosi amarah kita juga menjadi diri yang tenang agar anak juga mengikuti. Namun emosi ada juga yang baik. Rasulullah tdk pernah marah walaupun dia dicaci dimaki beliau bersabar, tapi bila hak Allah dicela Rasulullah juga marah. 


*Cara mengatasi anak yang tidak mau nurut (remaja):*

1. Istighfar. Minta maaf kepada Allah.


2. Minta maaf kepada anak, jangan sungkan meminta maaf dengan tulus. Suatu yang keluar dari hati kita dengan tulus akan menembus hati orang yang kita ajak bicara.


3. Jadikan anak seperti sahabat kita ketika mengajak ngobrol bersama anak. Karena kalau kita tidak bisa diajak  anak menjadi sahabatnya, dia akan cari ke tempat lain. Berusaha menjadi sahabat anak.


*Menghadapi suami yang sering marah:*


1. Istri bersabar terhadap suaminya. Ini adalah ujian. Sesungguhnya bila Allah mencintai hamba Nya, Allah akan memberikan ujian.


2. Minta tolonglah kepada Allah dengan sholat. In syaa Allah akan memperkuat diri kita.


3. Kita bersikap berlemah lembut dan mentaati suami selama tidak melanggar syariat.


4. Hindari sebab2 suami yang menyebabkan marah.


Janganlah berkata buruk jika marah kepada keluarga. Orang Arab ketika marah kepada anaknya mengucapkan  "Allahu yahdi" Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada anakku. Ketika marah kepada anak lebih baik diam atau doakan anak “semoga kamu jadi imam masjidil haram”, anak yg sholih, hafidzah dll.


*Usia anak perempuan di pra baligh, seorang bapak harus jadi sosok laki2 yg pertama dicintai anak* kalau seorang bapak tidak bisa melakukannya, anak gadis tersebut bisa melakukan perbuatan maksiat jatuh ke pelukan laki laki lain. Na’udzubillah.


*Tidak ada anak nakal yang ada anak yang kurang perhatian.* Apakah kita memperhatikan anak? ubah metode cara berbicara dengan anak dengan terlebih dahulu lebih banyak mendengarkan dia. Ajak bicara anak dengan menatap matanya, samakan badan dgn anak ketika bicara kepada anak, mengusap anak, apresiasi anak bila melakukan kebaikan, sejatinya apa yg anak lakukan adalah cerminan orang tuanya. 


Kewajiban orang tua adalah kewajiban kita terhadap anak yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah terhadap anak karena merupakan amanah. Istighfar adalah salah satu cara melepaskan beban2 kita, noda dosa kita yang akan meringankan kita untuk berbuat baik lagi. 


Satu hal yang terlupa pada pendidikan kita adalah Abad dulu baru ilmu. Karena kita lebih senang anak banyak hafalannya tetapi adabnya yang kurang. Oleh karena itu kita *fokuskan adab dahulu sebelum ilmu dan dahulukan iman sebelum al qur’an.*


*Pendidik utama dan pertama adalah ibu maka dari itu ibu harus mempersiapkannya.*

Wallahu’alam bishowab


Silakan dishare bila bermanfaat. Semoga kita menjadi Ibu yang dapat mengelola emosi kita dalam pengasuhan. Aamiin


_ameliazen_

Komentar