Postingan

Intinya mah Ngobrol!

​ Kapan terakhir ngomong  sama anak remaja kamu? Yang benar-benar ngomong ya bukan basa-basi. By the way,  remaja itu kayak nanggung gak sih?  anak kecil bukan, orang dewasa juga bukan. Kayak di tengah-tengah, kita sering bilang “lagi mencari jati diri”. Kalau dia lagi mencari sesuatu atau bahkan mencari jati diri dan kita sebagai orang tua enggak hadir, bahaya banget  kalau dia mencari tau sendiri tidak didampingi, karena kalau dia mencari sesuatu ke yang expert   alhamdulillah  pas, kalau malah  ke yang bukan ahlinya atau lebih parahnya lagi ke arah sesuatu yang buruk. Duh ngeri !Di zaman sekarang akses informasi bebas tidak terbatas. Maka dari itu jadilah teman ngobrol yang asik! Seasik dia bisa ngobrol lama sama temennya di sekolah, di tempat tongkrongannya , di chat  WA.  Ini nasihat kita semua, mau yang punya anak remaja atau yang baru mau punya anak remaja, dan juga belum punya anak remaja, dari kecil sudah jadi teman main asik bagi si...

Antara Aku dan Gawaimu

Kalau ada si Dia, kadang sibuk memegang gawai, meng-e-check group WA.  Ini berlaku antara aku dan dia. Memegang gawai dalam suatu situasi.  Bisakah gawai ini kita lepas saat bertemu. Aku rindu kau membelaiku, menyentuh kepalaku sambil kita bercakap-cakap berbicara akan masa depan atau sekedar angan-angan. Bisakah kita taruh gawai di tempat yang jauh agar saat-saat kita berdua tidak ada yang mengganggu. Aku mau saat aku rindu kau tak memegang alat komunikasi itu. Jangan biarkan yang jauh menjadi dekat. Yang dekat menjadi jauh. Aku di dekatmu, maka janganlah gawai itu menjauhkanmu dariku.  Aku bisa seperti gawai. Bahkan lebih, membuatmu tertawa, dapat disentuh dan menjadi tempatmu bersandar. Gawai memang bisa menggantikan keberadaanku atau kamu tetapi tidak semuanya bisa digantikan olehnya. Karena kita punya cinta yang tulus yang bisa dirasakan saat berdua bersama. Amelianyakamu Nov2024

curhat

Sedih... Saat aku menjaga diri menutup aurat supaya menjaga kehormatan sebagai istri Namun kamu masih memakai pakaian ketat membentuk tubuh dengan dalih pakaian olah raga Kecewa... Saat aku tidak berikhtilat dengan laki-laki karena seorang istri sejatinya hanya berkumpul dengan yang mahrom Namun kamu bercampur baur dengan perempuan alasan mencari nafkah di kantor Dibalik itu aku bangga... Kamu bilang semua berproses Kamu bilang pelan-pelan Hijrah itu tidak bisa tergesa-gesa Dibalik itu aku senang... Kamu mau mendengarkanku Alasan-alasan memakai pakaian syari berlaku untuk laki-laki dan perempuan Berdekatan dengan lawan jenis walaupun hanya berfoto tetap saja tidak boleh Walaupun beramai-ramai  Walaupun makan-makan Walaupun meeting Bukan karena bersebelahan atau berdekatan dengan wanita cantik Namun sejatinya bersalaman dengan lawan jenis bukan mahrom pun tidak boleh Apalagi berdekatan Hukum islam yang masuk dalam segala aspek kehidupan kita Sami'na wa'ato'na Kami mendengar ...

Menjadi Ayah dan Bunda Yang Dirindukan

Gambar
Bismillah catatan kajian parenting pada hari Ahad tanggal 20 Maret 2022/16 Sya'ban 1443 H yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany MA di Masjid Raudhatul Muhsinin New Serpong Estate Tangsel. Anak butuh waktu kita, ini yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak. Fasilitas, rumah yang nyaman bisa kita penuhi. Namun yang sulit dipenuhi adalah waktu dan perhatian kita. Contoh kasus : Anak 5 tahun mencuri, ternyata diselusuri adalah harapannya anaknya ingin mengalihkan perhatian orang tua, dia ingin diperhatikan orang tuanya. Padahal dia serba kecukupan, dia sengaja melakukan itu. Yang kurang bukan materi tapi waktu. Waktu sebenarnya adalah sangat bernilai. Ada waktu luang dipakai untuk melampiaskan hobi, bersenang-senang dengan hobinya misalnya motoran padahal sebenarnya anak butuh waktu dan perhatian orang tuanya. Anak tidak bisa memakluminya, kalau istri mungkin bisa sehingga anak mencari perhatian dengan tingkah ganjil anak. Maka ayah dan bunda yang murah member...

Catatan Kajian Islam oleh Ustadz Adi Pura di kediaman Ibu Lidia Ariyanti dan Bapak Arief Patra M. Zen

Gambar
Bismillah, berikut catatan kajian islam yang disampaikan oleh Ustadz Adi Pura di kediaman Ibu Lidia Ariyanti dan Bapak Arief Patra M. Zen dalam rangka syukuran atas anak pertamanya yaitu Aphrodite Elmatyn Swastika Putri Patramijaya telah menyelesaikan program studi S1 di Universitas Gajah Mada menjadi Sarjana Hukum. Semoga ilmunya berkah dan dapat bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama islam Aamiin. Dan tak lupa semoga Shohibul bait (Pemilik Rumah) diberikan keberkahan hidup, rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warrohmah serta anak anak yang sholih dan sholihah. Begitu pula Pak Ustadz Pura yang telah memberikan ilmu kepada kami semua yang hadir dapat menjadi amal jariyah dan Allah selalu jaga keluarga dan ilmu beliau dalam menyebarkan agama islam yang Haq. Aamiin Aamiin Ya robbal 'alamin. Menjadi orang tua dengan tidak membeda-bedakan. Karena anak itu unik, punya kelebihan masing-masing. Dilihat dari : - Melihat jualitas anak itu sendiri - Sbg orang tua kita ibarat m...

Jadilah Spons Cuci Piring

Maa syaa Allah Alhamdulillah pagi tadi bisa nganter dan jemput mama ngaji. Lalu main di rumah mama, tidur siang, numpang makan tapi jangan lupa kasih duit ya hehe. Ternyata banyak sekali cerita, berjam-jam ia mengeluarkan curahan hatinya, mungkin kisahnya sudah sering diceritakan sampai beberapa kali, namun Ia menceritakannya lagi. Tak mengapa, kita bisa berjam-jam 'ngumpul' atau 'nongkrong' sama 'sobat' kita. Tapi coba deh sekali-kali 'ngobrol' panjang lebar sama orang tua kita mumpung Ia masih ada.  Ibarat spons yang menyerap air sebanyak-banyaknya. Jadilah sebuah spons yang bisa mendengarkan, diam saja, menampung setiap kata-katanya.  Ia hanya butuh didengarkan bahkan tidak butuh nasehat dari kita. Ia lebih tau pahit getir manis asamnya hidup, hidupnya sudah mengarah ke akhirat, bangun sebelum subuh, mendoakan kita di sepertiga malamnya, lebih banyak waktu untuk mengaji dimasa senjanya. Maka setiap apa yang Ia sampaikan in syaa Allah ada pelajaran yan...

Mertuaku Surgaku

Sehari rasa sebulan. Betapa rasanya canggung dan tidak nyaman. Semanjak ibu mertua tinggal di rumah kami. Sebenarnya tidak lama hanya seminggu namun rasanya lamaaa sekali. Wajar saja beliau senang kedatangan cucu pertama. Maklum suamiku adalah anak semata wayang. Arya Kurniadi, nama lengkapnya, aku memanggil dia dengan sebutan mkas Arya, padahal suamiku ini bukan orang Jawa. Bahkan kami sama-sama orang berdarah Sumatera. Panggilan mas untuknya adalah panggilanku ketika kami berada di satu almamater. Namun sudah terbiasa sampai aku menikah dengan mas Arya. "Mama nginep  aja  ma di sini seminggu". Mas Arya menyuruh ibu kandungnya untuk menginap. Deg! dadaku bergemuruh. Aku menelan ludah pahit namun tetap tersenyum manis mengarah ke suami dan ibu mertuaku. Jauh dari lubuk hatiku yang terdalam aku sebenarnya ingin ibu kandungku saja yang ada di rumah kami agar lebih leluasa. ---- Alhamdulillah puji syukur aku melahirkan anak pertama yang kami beri nama Khadijah Mahira Putri. Nama...