Catatan Kajian Islam oleh Ustadz Adi Pura di kediaman Ibu Lidia Ariyanti dan Bapak Arief Patra M. Zen
Bismillah, berikut catatan kajian islam yang disampaikan oleh Ustadz Adi Pura di kediaman Ibu Lidia Ariyanti dan Bapak Arief Patra M. Zen dalam rangka syukuran atas anak pertamanya yaitu Aphrodite Elmatyn Swastika Putri Patramijaya telah menyelesaikan program studi S1 di Universitas Gajah Mada menjadi Sarjana Hukum. Semoga ilmunya berkah dan dapat bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama islam Aamiin. Dan tak lupa semoga Shohibul bait (Pemilik Rumah) diberikan keberkahan hidup, rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warrohmah serta anak anak yang sholih dan sholihah. Begitu pula Pak Ustadz Pura yang telah memberikan ilmu kepada kami semua yang hadir dapat menjadi amal jariyah dan Allah selalu jaga keluarga dan ilmu beliau dalam menyebarkan agama islam yang Haq. Aamiin Aamiin Ya robbal 'alamin.
Menjadi orang tua dengan tidak membeda-bedakan. Karena anak itu unik, punya kelebihan masing-masing. Dilihat dari :
- Melihat jualitas anak itu sendiri
- Sbg orang tua kita ibarat menyiapkan busur (sekolah, pendidikan), ibarat anak panah itu anak melesat ke target yaitu tujuan mengantarkan anak anak ke dunia 'real life'.
- Memberikan reward bila nilai bagus, atau usaha yang telah dia lakukan walaupun tidak sama antara anak satu dengan anak yang lain
Anak titipan Allah, maka berdoalah kepada Allah untuk diberikan solusi atas masalah dan kendala.
Dalam Surah Ali imran ayat 108:
"Dan milik Allah lah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
Bagaimana perlindungan dan penjagaan untk anak karena kita sebagai orang tua tidak bisa selalu mengawasi anak. Misalnya contoh anak kita jauh kuliah di luar negeri? Pasti 'ngeri-ngeri sedap' meninggalkan dia sendirian di sana. Ada caranya yaitu dalam Surah An-nisa ayat 74:
"Wahau manusia. Sesungguhnya tlh sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan Mu (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah kami turunkan kpdmu cahaya yang terang benderang (Alquran)"
Mukzijat nabi Muhammad Salallahu 'alaihi wasalam yaitu Al-Quran. Namun
Bagaimana menggunakan Al-Quran sebagai mukzijat? Alquran hanya di taruh di lemari, di taruh di meja saja namun tidak kita baca. Di taruh dimana seharusnya Al-Quran? Jawabannya adalah di dalam surah Al-Ankabut ayat 49: "Sebenarnya Alquran itu adalah ayat ayat yang jelas di dalam dada orang yang berilmu. Hanya orang-orang yg zalim yg mengingkari ayat ayat Kami."
Maa syaa Allah bilamana Alquran ada di dada kita niscaya Allah akan senantiasa menjaga kita.
Kalau seandainya saja mobil Lamborjini bisa tidak kita 'pake' kalau kita 'gak tau cara makenya'. Apalagi anak, istri, suami, kita sebagai manusia. Yang menciptakan kita Allah, pasti kita harus mengerti bagaimana cara kita menjalankan diri kita, mengajarkan istri kita, mengasuh anak kita. Karena Allah telah memberikan Alquran sebagai 'manual book' nya kita.
Dalam Surah Al Hijr ayat 9: "sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan pasti kami (pula) yang memeliharanya."
Dan tujuan kita disuruh Allah untuk membaca Alquran, namun bukan hanya saja baca tapi mengerti akan mukjizat yang dashyat ini yang diturunkan oleh Allah untuk susah/senang? Nah jawabannya ada di Surah Taha ayat 20
"Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar engkau menjadi susah."
Sempatkan baca Al-Quran. Jadikan Alquran sebagai mukzijat nyata dalam kehidupan kita. Jangan jadikan rumah kita seperti kuburan yang di dlmnya tidak ada bacaan AlQuran. Karena bila kita membaca di dlm sebuah Hadist “Janganalah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim no. 1860)
Seperti dalam Surah An-Nahl ayat 2:
"Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”
Bila kita membaca Al-Quran ada malaikat turun menyertai kita. Malaikat terbuat berasal dari 'nur' atau cahaya. Karena itu malaikat akan memberikan seperti adanya 'enlightenment' atau pencerahan bagi orang yang membacanya. Kalau kita sering membaca Al-Quran maka otak kita akan isinya yang baik-baik. Krn Alquran diturunkan oleh Allah sbg mukjizat.
Kalau seumpamanya kita banyak membuka WA, membuka Tiktok. Nah isinya sperti apa anda yang lebih tau. Karena kalau Al-Quran, yang menjaga dan memeliharanya adalah Allah subhanahu wata'ala. Sedangkan WA, tiktok dan lain-lain yang jaga? Jawab sendiri.
Al-Quran adalah pengajaran Surah Ali Imron ayat 138 : "Inilah (Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
Jadi jelas Al-Quran adalah petunjuk dan kita bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Ketika kita sudah bertaqwa kepada Allah maka jawabannya ada di Surah At-Thalaq ayat 2-3 yaitu "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam semua apa yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua apa yang dilarang baginya, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
Surah Ibrahim ayat 52 yaitu "Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran."
Jadi kalau kita orang yang berakal maka kita bacalah Al-Quran, memahami apa yang dibaca agar hidup kita bahagia dan tenang. Karena surga itu bukan hanya ada di akhirat tetapi surga itu juga ada di rumah 'baiti jannati'.
Karena orang yang sedang membaca Al-quran, kulit otaknya bergetar menyampaikan ke seluruh tubuh. Makanya bila ada orang yang sakit hati bukan hatinya yang sakit. Otaknya dulu menerima berita buruk dan kesedihan, hatinya ikut bergejolak. Bayangkan kulit otak kita bergetar ketika membaca ayat-ayat Allah subhanahu wata'ala
Karena dalam Surah Az-zumar ayat 39 bahwa "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) AlQur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah."
Maa syaa Allah betapa Al-Quran adalah benar-benar mukjizat yang bisa kita rasakan. Jangan jadikan Al-Quran hanya sebagai pajangan, yang sudah membacanya juga jangan hanya asal baca saja namun kita mempelajarinya karena setiap permasalahan, setiap kehidupan kita yang kita jalani semuanya 'the key of life' nya ada di dalam Al-Quran. Karena bila kita menjaga Al-Quran maka Allah akan menjaga diri kita. Dan jangan lupa dalam dekat dan menjaga Al-Quran ini adalah niatkan untuk mendapatkan ridho Allah subhanahu wata'ala karena surga yang kita dapatkan adalah semata-semata karena ridho Allah dan rahmat dari Allah subhanahu wata'ala. Aamiin..
Mohon maaf apabila dalam hal ketika saya mencatat ada yang mungkin kurangi atau lebihkan penyampainnya, karena keterbatasan saya. In syaa Allah ke depannya bisa lebih baik lagi. Namun dalam hal dalil yang disampaikan oleh Ustadz Adi Pura in syaa Allah benar adanya sesuai Al-Quran karena kemarin dapat kesempatan langsung menerjemahkan ayat yang dibacakan ketika kajian berlangsung. Barakallahu fiikum.
Demikian catatan kajian islam ini. semoga dapat menjadi pengingat diri dan orang lain. Kebenaran datangnya dari Allah. Apabila dan kebodohan dan kesalahan itu datangnya dari diri saya sendiri.
Wallahu'alam bishowab
Kiki (Amelia Rizky M.Zen)
Komentar
Posting Komentar