Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Wanita Sholihah

Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh. Ini catatan saya ketika mengikuti kajian akhwat online via zoom pada tanggal 24 April 2021 bersama Ustadzah Cut Rafiqa Majid. - Sebelum kita memposting sesuatu, tanamkan rasa malu, jagalah jilbab kita dengan rasa malu. Sebelum posting, tanya pada diri kita apa Allah ridho? Apa ada mudhorotnya? Tujuannya apa? Apakah untuk mendapatkan like, mendambah follower? Kalau memang mau berdakwah haruskah ada foto diri kita terpampang. Bukankah wanita itu mudah sekali terkena fitnah. - Begitu mulianya perempuan, sehingga dengan mudahnya mendapatkan surga. Seperti di dalam hadist shahih sebagai berikut: Rasulullah  shallallahu’alaihi wasallam  bertutur, “إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”. “ Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminy...

Dari Bunda, Mami lalu ke Umma

Umur pernikahanku dengan Pak Suami alhamdulillah sudah berjalan 9 tahun 6 bulan menuju 10 tahun di 9 Oktober 2021 nanti in syaa Allah. Semoga Allah menjadikan pernikahan ini sakinah, mawaddah dan warrahmah. Aamiin Ya Allah. Pada awal kami menikah sebelumnya saya masih memanggil Pak suami dengan sebutan Kak Johan. Dia adalah Kakak tingkat saya di Universitas Lampung, namun kami berbeda jurusan, saya di Fakultas Hukum 2003 sedangkan dia di Fakultas Teknik 2002.  Panggilan Kak Johan sampai kami menikah, sebulan pertama menikah, saya mengalami telat dua minggu datang bulan dengan ciri-ciri seperti orang hamil yang mual dan muntah. Senangnya dia bukan main kabar berita ini, dengan cepat membeli test pack untuk mengecek apa benar saya hamil. Keesokan harinya saya test pagi hari hasil yang kami terima adalah garis 2 (dua) yaitu tidak lain negatif. Waktu itu saya ingat betul dia menangis untuk kedua kalinya saya melihatnya seperti itu. Sebelumnya dia menangis pada saat kami menikah dan saa...

Hingga pada suatu masa kami akan rindukan

 **Teruntuk Azura Azumi dan Azena** 💐 Akan tiba masanya.. dimana rumah ini akan selalu rapi  Tak ada lagi tangisan dan rengekanmu duhai Anakku.. 🌸 Berantakan tidak mengapa.. Kotor sedikit tak usah ambil pusing.. Jika kau menangis nak Kenapa Kami harus marah? Pelukan dan belaian itulah yang kamu mau  Seperti ketika mami kecil dulu Kemudian bicara pelan-pelan tanpa hentakan dan teriakan 🌸 Kami dulu pernah kecil Kami dulu pernah ingin selalu bermain dan bermain Kami juga punya masa kecil Maafkan kami yang terkadang lupa Betapa masa kecilmu amat berharga.. Hingga pada suatu masa kami akan rindukan.. ** 💐 Umma Azura Azumi & Azena Ditulis ulang 23 April 2021

Perbaiki niat in syaa Allah Selamat

semua butuh proses Proses menuju untuk mendapatkan ridho Allah. Niat karena Allah bukan karena ingin dinilai baik oleh manusia. Ada rasa riya (pamer), ujub dalam diri walaupun itu secuil.  Perjalanan panjang untuk dapat menghapus foto-foto saya selfie, memakai outfit bagus, mengunjungi suatu tempat indah bersama suami, membingkai foto anak-anak yang lucu di beranda media sosial. Bahwa tidak semua seberuntung kita bisa punya pasangan, bisa punya anak, bisa punya baju bagus, bisa makan di sana di situ, bisa wisata ke sana ke sini.  Bahwa bahagia kita yang miliki. Bahwa foto yang kita ambil adalah buat diri kita sendiri, buat anak-anak lihat kalau kelak dia dewasa sebagai memorinya.  Bahwa untuk apa memposting kalau niatnya adalah berbagi kebahagiaan atau 'mau tampil'. Saya bertanya pada diri sendiri berbagi kebahagiaan kah apa ini penting? Ibaratnya apa ini hari pernikahan? Perlu dishare atau tidak? Ada nilai dakwah kah?Allah marah tidak? Allah ridho kita posting? Ya Allah ...

Maafkan Aku

Pagi ini saya meminta maaf kepada sahabat dekat dan teman-teman dan semua yang membaca tulisan ini. Bismillahirrohmanirrohim Maaf lahir batin semuanya, jikalau ada kata-kata kasar, kurang berkenan, saya pernah membicarakan (ghibah) tentang kalian. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. Pernah juga ada tindakan dan tingkah laku yang menyakiti kalian. Sekali lagi mohon dimaafkan. Karena bila itu kesalahan, kelalaian, kesombongan, kebodohan itu datangnya itu dari diri saya sendiri. Astagfirullohal'adzim Kepada Allah saya mohon ampun. Menjaga perilaku dan lisan ini memang sulit karena akan dipertanggung jawabkan kelak di yaumil akhir. Kalau memang postingan saya ada benarnya semata-mata nasehat untuk diri saya sendiri sebagai penasehat diri. Karena kebenaran datangnya dari Allah Subhanahu wata'ala. Semoga kita smua diberikan kesehatan dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata'ala..  Aamiin Aamiin Yarabbal 'alamin