Perbaiki niat in syaa Allah Selamat

semua butuh proses

Proses menuju untuk mendapatkan ridho Allah. Niat karena Allah bukan karena ingin dinilai baik oleh manusia. Ada rasa riya (pamer), ujub dalam diri walaupun itu secuil. 

Perjalanan panjang untuk dapat menghapus foto-foto saya selfie, memakai outfit bagus, mengunjungi suatu tempat indah bersama suami, membingkai foto anak-anak yang lucu di beranda media sosial.

Bahwa tidak semua seberuntung kita bisa punya pasangan, bisa punya anak, bisa punya baju bagus, bisa makan di sana di situ, bisa wisata ke sana ke sini. 

Bahwa bahagia kita yang miliki. Bahwa foto yang kita ambil adalah buat diri kita sendiri, buat anak-anak lihat kalau kelak dia dewasa sebagai memorinya. 

Bahwa untuk apa memposting kalau niatnya adalah berbagi kebahagiaan atau 'mau tampil'. Saya bertanya pada diri sendiri berbagi kebahagiaan kah apa ini penting? Ibaratnya apa ini hari pernikahan? Perlu dishare atau tidak? Ada nilai dakwah kah?Allah marah tidak? Allah ridho kita posting?

Ya Allah ribet amat lo mel mau posting doang? Tapi memang tanya di dalam hati terdalam apa ini ada 'ingin tampil' atau riya' yang tau hanya kita sendiri. Bedakan postingan berjualan, postingan endorse, postingan butuh informasi. Apalagi curhat.

Hati-hati diposting media sosial karena 'ain itu nyata. Namun untuk pembahasan 'ain sendiri pun, saya juga belum ada ilmunya untuk membahas panjang lebar di sini, saya bukan ahli. Bisa dicari kajian Ustadz mengenai hal 'ain ini. Semoga Allah mudahkan kita.

Karena semua postingan kita akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti. Perbaiki niat kita dalam posting dengan tujuan untuk apa?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intinya mah Ngobrol!

Alasan terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga

Proyek Akhir Tahun Rumbel Menulis IP Tangsel 2021