Dari Bunda, Mami lalu ke Umma

Umur pernikahanku dengan Pak Suami alhamdulillah sudah berjalan 9 tahun 6 bulan menuju 10 tahun di 9 Oktober 2021 nanti in syaa Allah. Semoga Allah menjadikan pernikahan ini sakinah, mawaddah dan warrahmah. Aamiin Ya Allah.

Pada awal kami menikah sebelumnya saya masih memanggil Pak suami dengan sebutan Kak Johan. Dia adalah Kakak tingkat saya di Universitas Lampung, namun kami berbeda jurusan, saya di Fakultas Hukum 2003 sedangkan dia di Fakultas Teknik 2002. 

Panggilan Kak Johan sampai kami menikah, sebulan pertama menikah, saya mengalami telat dua minggu datang bulan dengan ciri-ciri seperti orang hamil yang mual dan muntah. Senangnya dia bukan main kabar berita ini, dengan cepat membeli test pack untuk mengecek apa benar saya hamil. Keesokan harinya saya test pagi hari hasil yang kami terima adalah garis 2 (dua) yaitu tidak lain negatif. Waktu itu saya ingat betul dia menangis untuk kedua kalinya saya melihatnya seperti itu. Sebelumnya dia menangis pada saat kami menikah dan saat dia memegang hasil test pack negatifku. 

Sambil memeluk dia bilang " Ya Allah, sebanyak itu tidak ada yang nyangkut ya." Saya tau maksud dia bahwa berjuta-juta sperma yang dikeluarkan tidak bertemu dengan sel telur. Namun kami waktu itu berfikir memang Allah belum kasih kepercayaan untuk mempunyai buah hati pada saat itu. Alhamdulillah 'alaa kulli hal.

Qodarulloh 2 (dua) bulan kami menikah akhirnya garis 1 (satu) yang kami nanti-nantikan keluar juga. Alhamdulillah. Saat itu Kak Johan memanggil saya dengan sebutan "Bunda".

Anak kami pertamapun lahir perempuan persis seperti dia maa syaa Allah ketika lahir sangat merah seperti 'kepiting rebus' sangking merahnya. Kata orang kalau merah nanti kulitnya putih, matanya pun sipit. Karena memang suamiku adalah keturunan oriental. Alhamdulillah Allah kasih anak perempuan cantik dan sehat.  

Ketika anakku pertama berumur 3 (tiga) bulan, kami sepakat mengganti panggilan Ayah Bunda menjadi Papi Mami. Karena pernah pada suatu waktu ada kumpul keluarga, ada yang panggil "bun.." kontan kakak-kakak ipar saya yang perempuan menoleh semua termasuk diriku.

Akhirnya bergantilah Mami dengan perdebatan panjang seperti orang kebarat-baratan, orang bule, orang kaya, apa cocok dengan kami yang masih awam memanggil dengan sebutan Mami Papi ini. Sampai-sampai Kakak pertamaku bilang "Gaya lo masih makan pake kangkung aja dipanggil Mami." Ahahaha.. 

Waktu kami berfikir positif siapa tau dipanggil Mami 'beneran' jadi orang kaya aamiin. Karena memang pada saat itu memang kami sedang merintis kehidupan perekonomian berumah-tangga.

Qodarulloh panggilan Mami ini benar sesuai apa yang kami persangkakan. Yang tadinya kami kemana-mana naik motor, Allah kasih titipan kendaraan roda empat kepada kami agar nyaman membawa anak ketika berpergian. Kami pun dengan ijin Allah bisa membelikan rumah orang tua kami (Mama Mertua_red) saat itu kami baru mampu membelikan rumah di daerah pinggiran tangerang dengan harga masih seratus jutaan. 

Allah sesuai persangkaan baik Hambanya. Allah berikan kesempatan untuk kami. Semoga bukan menjadi maksud riya' supaya dapat mengambil ibroh bahwa doa yang baik, harapan baik in syaa Allah Allah jabah. Semoga harta yang dititipan oleh Allah mendapatkan ridho semata-mata karena Allah. Luruskan niat bismillah.

Setelah anak kamipun nambah alhamdulillah dua lalu tiga. Qodarulloh ternyata di umur anak kami yang ketiga baru saja ketika pandemi era covid awal-awal tahun 2020. Kali ini anak-anak yang mengganti panggilan "Mami" menjadi "Umma" Semoga ini jadi yang terakhir. Akhirnya Umma dan Papi cuma lama-kelamaan selang beberapa hari anak-anak berdebat Papi atau Abba. Akhirnya disandingkan lah kesepakatan untuk "Umma Abba".

Mungkin juga karena mereka sering nonton film Nussa Rarra ya dengan sosok Umma yang lembut, tidak galak, tidak pemarah seperti Emaknya sekarang. Kalau ini mereka berharap kalau Mami yang biasanya galak, jadi Umma yang lebih lembut. Karena ternyata dalam bahasa arab Umma itu Ibu yang tersayang.. Maa syaa Allah aamiin..

23 April 2021

Umma Amel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intinya mah Ngobrol!

Alasan terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga

Proyek Akhir Tahun Rumbel Menulis IP Tangsel 2021