#AliranRasa1 Ghiroh Membersamai Anakku Kembali
"Sayang tolong isi ya aku di mata kamu" Saya menyodorkan gambar online lewat WA ke suami. Menyuruh dia mengisi lembar main 1 : mengenal potensi diri.
Saya baru calon warga kampung komunitas IP (Ibu Profesional) berasa merasa keren kayak 'sekolah lagi' tapi ini sekolah yang seumur hidup sampai liang lahat untuk menjadi Ibu.Dalam lembar main yang saya tuliskan, ada beberapa kendala terkadang kita agak sulit menelusuri diri sendiri, namun akhirnya ketemu apa yang sebenarnya kita sukai, yang kita mau asah lagi untuk menjadi lebih produktif dan apa juga yang perlu kita benahi.
Ini saatnya saya kembali jadi saya yang dulu yang bergairah dalam mengurus anak, 2 tahun belakangan sibuk urus bayi. Mempunyai 3 anak itu ternyata menyita waktu sampai-sampai lupa ilmu parenting yang pernah diikuti. Dengan dalih yang penting anak makan, kenyang, main dan tidur.
Tidak hanya itu, dulu masih punya 2 anak saya masih bisa membuat membuat kreatifitas bermain, saat itu anak pertama berumur 5 tahun lebih, anak kedua 3 tahun lebih. Tidak terlalu repot, karena anak umur segitu sudah dapat diajarkan 'skill of life' atau kemandirian.
Lalu ketika anak ketiga hadir, sibuk mengurus bayi, sebentar-bentar menyusui, mandi sekedarnya ala bebek 5 menit jadi, rambut dikuwel-kuwel, lelah hayati. Namun proses lelah itu tidak membuat kapok, kapok sambel kata orang-orang toh jadi tiga anak juga.
Malas untuk memulai lagi membersamai anak dengan penuh gairah, membuat segala sesuatunya jadi menarik, bermain yang penuh arti dan makna, rindu sekali rasanya. Sayang untuk dilewatkan karena anak-anak mempunyai 'full of battery' dan otak yang dapat menyimpan memori indah yang dibawanya ketika dewasa.
Semua orang tua tau bahwa pendidikan dalam rumah adalah yang terpenting sebelum dia merajut pendidikan di luar kelak.
Lembar mainpun belum terisi karena jawaban menunggu suami yang 'tarsok' bikin keki.
Beberapa malam kemarin saya 'nongkrong bareng' suami di meja makan. Saat itu waktu menunjukan pukul 10 malam lebih. Namun karena belum mengantuk, teringat ada layar tancal hari ini. Saya pun membuka Link https://m.facebook.com/groups/796388607781017/permalink/841117773308100/ tersebut.
Link ini berisi "Gelanggang Inspirasi" tentang kisah perjalanan Ibu Septi Peni Wulandani. Beliau tidak asing lagi adalah Penggerak Institut Ibu Profesional (IIP) yang anggotanya tersebar lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia. Acara diskusi live yang dikemas sedemikian rupa untuk Sambut Semai Kampung Main Komunitas Ibu Profesional.
Tumpah juga air mata saya seperti anak yang terbangun dari tidur karena mimpi buruk. Ghiroh saya bergejolak lagi untuk membersamai anak dengan penuh semangat. Apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Semoga saya bisa menjadi Ibu yang amanah, bahwa anak-anak yang dititipkan oleh Allah ini fitrahnya baik, sehingga saya harus mengurusnya dengan baik pula, agar ketika di yaumil kelak bisa mempertanggung jawabkannya. Aamiin
Qodarulloh Allah ijinkan saya bergabung dalam calon warga Komunitas Institut Profesional Tangerang Selatan. Perjalanan kita masih panjang, kita butuh rangkulan, pelukan, berpegang tangan bersama-sama agar selalu waras dan bahagia. Karena dibalik Ibu yang bahagia ada suami dan anak-anak yang bahagia pula. Karena kita adalah si 'jantung rumah'. Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah serta menghimpun kita kembali dalam JannahNya aamiin aamiin yarrobal 'alamin..
Waktu sudah larut, saya dan suami pergi tidur, tak lupa saya meminta maaf atas kelalaian saya sebangai istri dan ibu. Berharap besok dengan penuh suka cita untuk membersamai anak. Waktu tak bisa diulang jangan sampai menangis belakangan. Apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Anak-anak yang sholih sholihah adalah cita-cita sesungguhnya ketika kita kembali ke Sang Pencipta.
Salam sayang untuk semua Warga dan
Calon warga Kom IP Tangsel
Amelia Rizky Mirza Yunfitri
9 Nov 2020
#Aliranrasa1 #BabakMain1Orientasi #KampungMainKomunitas #KomunitasIbuProfesional #CalonwargakomunitasIP
Komentar
Posting Komentar