Kenangan Biji Mangga
Pagi ini aku menyisihkan diriku ke kamar sebentar. Alhamdulillah 'ala kulli haal. Allah kasih dua hari ini sakit. Hidung tersumbat terkadang berair. Ya aku sedang mengalami flu, kalau kata orang masuk angin.
Namun sejatinya seorang Ibu ketika sakit tidak bisa nyenyak tidur, rebahan lama dan istirahat dengan tenang.
Pagi ini saya sudah membuatkan sarapan nasi goreng buat anak-anak, isinya telur, sayuran mix dan saya panggang lagi dengan keju meleleh beserta taburan oregano diatasnya. Hmm yummy baunya semerbak harum.
Karena nasi pagi ini tinggal seporsi ditambah bahan-bahan jadi bisa dimakan 3 anak perempuanku. Alhamdulillah. Si kecil bungsu sampai nambah. Nikmat sekali rasa lidah sekaligus pemandangan pagiku hari ini.
Berharap ada yang memasakkanku sebenarnya ya dengan keadaan yang masih lemas. Namun tetap semangat menjalani hari.
Anak-anak sudah rapi mengenakan seragam sekolah masing-masing. Anak pertamaku Azura bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah As Salamah Pamulang sedangkan anak keduaku di Kuttab Ibnu Abbas BSD. Mereka duduk di depan laptop masing-masing. Zaman sekolah era pandemi yang mesti dijalani sudah kurang lebih dua tahun. Kapan anak-anak sekolah? Hanya Allah yang tahu kapan. Kami hanya berserah diri. In syaa Allah pelangi akan terbit setelah ada badai bukan? Smoga Allah segera menghilangkan virus corona di muka bumi ini aamiin.
Saya yang tadinya ingin menulis untuk mengeluh, namun tulisan saya mengalir apa adanya untuk berucap syukur. Tidak ada yang perlu dikeluhkan ternyata. Nikmat menghirup udara pagi ini dengan keadaan hidung tersumbat patut saya banggakan. Mungkin ada yang sekarang memakai selang hidung di rumah sakit dengan menggunakan oksigen buatan.
QS. Ibrahim Ayat 7
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”Jujur, pagi ini perut saya kenyang melihat anak-anak kenyang. Betapa dulu Ibu saya juga sepertinya melakukan hal sama. Sering kali makan sedikit karena akan menghabiskan sisa makanan anaknya, makanan enak hanya mencobanya sedikit selebihnya menyisakan yang banyak untuk keluarga. Atau memakan biji mangga setelah selesai mengupasnya. Namun karena dahulu saya dan kakak ketiga laki-laki saya sering berebut biji. Mama akhirnya tidak bisa memakan biji tersebut. Sungguh enak memakan biji yang masih ada sisa-sisa daging buah mangga.
Alhamdulillah, tidak ada yang menginginkan biji mangga bekas kupasan di rumah. Saya dengan puas memakannya kalaupun sedang ingin anak kedua saya yang memintanya.
Maa syaa Allah tak terasa tulisan saya ini cukup membuat senyuman simpul di bibir saya. Alhamdulillah waktu cukup singkat di kurang lebih sepuluh menit untuk menorehkan tulisan ini.
Apapun ceritanya seharian ini. Selayaknya kita bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Semangat pagi semuanya. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita aamiin.
Amelia Zen
7.42 WIB
Komentar
Posting Komentar