Buku Kesayanganku Hilang


 Cerpen Anak “Buku Kesayanganku Hilang”

"Umma, Umma lihat buku cerpen Azura gak?" Teriakku kepada Umma yang berada di dapur. 

"Buku yang mana sayang?" Jawab Umma.

"Buku kumpulan cerita budi pekerti yang ada gambar kucing di depannya." Jelasku kepada Umma sambil menghampirinya di dapur.

"Umma tidak lihat sayang, Azura taruh dimana terakhir. Umma pernah bilang, kalau sudah selesai membaca taruh kembali ke rak buku." Jawab Umma panjang lebar sambil menasehatiku.

Aku mengingat-ingat dimana terakhir aku menaruh buku itu. Aku memang suka sekali membaca buku. Terkadang aku membaca buku di tempat tidur sambil merebahkan badanku ke bantal, kadang juga sambil tengkurap itu sangat mengasikkan. 

Aku juga suka membaca buku ketika memakan cemilan atau sarapan pagi di meja makan. Di rumahku tidak ada televisi sehingga buku menjadi teman andalanku di waktu luang.

Oh yaa Namaku Azura, Aku mempunyai 2 (dua) adik perempuan yang bernama Azumi dan Azena. Aku sudah bisa membaca buku sejak umur 6 (enam) tahun. Saat umurku 5 (lima) tahun Ummaku yang mengajariku membaca. Sekarang usiaku beranjak 9 (Sembilan) tahun. Buku yang suka kubaca diantaranya adalah Komik 100 Kebiasaan Nabi, Komik Next G, Keluarga Super Irit, dan Kumpulan Cerita Budi Pekerti. 

Nah buku cerita budi pekerti inilah yang telah hilang. Memang aku suka menaruhnya sembarangan setelah selesai membaca. Mungkin adikku Azena yang mengambilnya. Dia balita yang suka mengacak-acak buku-buku ku. Pernah juga bukuku dirobek olehnya.

Aku pun sudah bertanya kepada adik bungsuku itu tapi dia bilang "tidak tau". 

" Kak, apa ini bukumu?” Adikku Azumi menghampiriku sambil menyodorkan buku yang aku cari.

"Iya benar, ini buku Kakak Azura. Dimana kau menemukannya?" Sahutku.

"Aku menemukannya di bawah tempat tidur". Jawab Azumi.

 "Aku juga melihat bukumu yang lain di kotak mainan kita. Mungkin Azena yang manaruhnya". Lanjutnya lagi menjelaskan.

Akupun langsung beranjak ke kotak mainan untuk mengambil bukuku. Kulihat sampul bukunya telah robek. Aku sangat sedih karena buku komik itu adalah buku kesayanganku dari Abba.

Aku pun tertunduk, mataku berkaca-kaca. Lalu Umma dan Abba menghampiriku.

"Lain kali, kalau sudah membaca buku taruh kembali di tempatnya nak, taruh di rak yang tidak bisa terjangkau oleh adik." Abba menasehatiku sambil membelai rambutku.

"Kaaa.. Ucapan terimakasihnya mana?" Adikku menyenggol bahuku

Aku, Umma, Abba menjadi tertawa mendengarnya. Aku malah tidak jadi menangis.

"Makasih ya Adikku sayang Azumiiii". Aku pun memeluknya

Kami pun tertawa sedangkan adik bungsuku Azena tidak tau apa yang kami bicarakan. Ia pun ikut tertawa.

Dari kejadian ini, aku berjanji akan menaruh bukuku di tempatnya kembali. Buku yang sudah robek ini aku perbaiki dengan mengisolasinya. Allah masih sayang padaku hanya sampulnya saja yang robek. Alhamdulillah terimakasih Ya Allah.

Dan untuk teman-teman, letakkan kembali bukumu ketika sudah selesai membaca ya.

 

Cerpen ditulis oleh Ameliazen

(Umma Azura)

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intinya mah Ngobrol!

Alasan terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga

Proyek Akhir Tahun Rumbel Menulis IP Tangsel 2021