Catatan Kelas Urban Farming

Pada tanggal 3 Maret 2021 kemarin, saya ikut Urban Farming Class bersama Ike Pratiwi yang diadakan oleh Rumbel Berkebun Ibu Profesional Tangerang Selatan.

Ilmu baru bagi saya, pertama kali dapat materi video yang dibagikan sungguh membuka mata lebar-lebar karena ada tanaman padi bisa ditanam di dalam gedung di Jepang. Di Indonesia ada tanaman sayur-mayur subur di kolong jembatan layang Jakarta.

Berikut catatan yang saya rangkum dari Mbak Ike Pratiwi. Semoga beliau terus bisa memberikan ilmu ini ke siapa saja. Sehat terus ya Mbak aamiin..

Urban farming adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, yang berbeda pada pelaku dan media tanamnya ​yang melibatkan keterampilan, keahlian, dan inovasi dalam budidaya dan pengolahan makanan.

Mengapa memilih Urban Farming, dikarenakan:

1. Efisiensi EnergiK

ita turut berkontribusi menghemat energi transportasi sekaligus meminimalisasikan 'Jejak Karbon'.

2. Selalu Segar

Kita akan selalu mendapatkan produk yang kesegarannya terjamin. Petik, langsung dimakan ataupun di masak.

3. Lebih Sehat

Kita dapat selalu 'meramban', semakin sering memakan sayuran. Tanaman yang kita konsumsi juga bebas pestisida.

4. Ekonomis

Tentunya dengan berkebun akan menghemat pengeluaran belanja konsumsi sayuran maupun buah-buahan.

Para penggiat urban farming terkadang memanfaatkan atap rumah, tembok pagar, pipa, ataupun kaleng-kaleng bekas yang dikreasikan menjadi lahan untuk menanam tanaman. Jenis tanaman yang ditanam mulai bermacam-macam. Begitupun juga dengan media tanam. Ada yang menggunakan air ataupun tanah. Berbagai sistem penanaman urban farming seperti vertikultur, hidroponik, dan akuaponik pun menjadi keunikan tersendiri.

Konsep Urban Farming

1. Konvensional

Konvensional Urban Farming yaitu kegiatan berkebun di pekarangan yang masih menggunakan teknologi sederhana dengan menggunakan media tanam berupa tanah sebagai komponen utama kegiatan budidayanya.

2. Hidroponik 

Pada sistem ini tanaman ditumbuhkan tanpa menggunakan tanah.  namun menggunakan nutrisi berupa mineral yang terlarut dalam air.

3. Aquaponik

Akuaponik merupakan teknologi menumbuhkan tanaman dalam sebuah sistem yang bersinergi dengan pembesaran ikan. Limbah ikan digunakan sebagai pupuk penyubur tanaman.

Teknik Urban Farming

- Lahan

- Pot dan Polibag

- Vertikulkur

- Hidroponik

- Akuaponik

Saya memilih teknik Urban Farming dengan Pot dan Polybag. Pernah mencoba hidroponik namun sayang listrik hehe sehingga alat-alat hidroponik yang saya pernah dapatkan dari kakak ipar saya, akhirnya saya kasih juga ke mama saya dan orang lain yang mau bercocok tanam dengan hidroponik.

Sebelum ikut urban farming class ini kurang bersemangat dalam menanam sayur, lebih sering tanaman yang ditanam mati. Ternyata tanaman sayur memerlukan sinar matahari langsung agar pertumbuhannya sempurna.

Setelag ikut urban farming class ini, saya membeli wall planter untuk menanam sayur, lebih bersemangat untuk mendukung ketahanan pangan di mulai dari rumah, dan sayuran yang kita tanampun lebih segar dan kepuasan sendiri bisa memasak apa yang kita tanam.

Semoga bisa menularkan semangat urban farming ke orang sekitar aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intinya mah Ngobrol!

Alasan terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga

Proyek Akhir Tahun Rumbel Menulis IP Tangsel 2021